LOVE OTHERS
LOVE OTHERS | 22 February 2024
Manfaat Melakukan Pekerjaan Rumah untuk Bonding Keluarga
- Berlatih bekerjasama di dalam tim
- Meningkatkan rasa percaya diri
Tips Melakukan Pekerjaan Rumah Bersama Keluarga
1. Membagi pekerjaan sesuai kemampuan tiap anggota keluarga
2. Memberi contoh cara melakukan pekerjaan yang benar
Punya keluarga yang kompak dan harmonis pasti jadi impian semua orang. Selain membuat kehidupan sehari-hari lebih menyenangkan, keluarga dengan yang ikatan kuat punya banyak manfaat, seperti lebih mudah memecahkan masalah dan menyelesaikan konflik serta bisa menghormati perbedaan.
Untuk anak, keluarga yang positif bisa membuatnya percaya diri, merasa aman dan disayangi, serta menciptakan dasar yang baik untuk hubungannya dengan orang-orang lain di masa depan. Peran ibu dalam keluarga (bersama ayah juga tentunya) adalah memastikan agar karakter anak ini dapat berkembang optimal, salah satunya lewat aktivitas bonding keluarga.
Bagaimana menciptakan bonding yang kuat dalam keluarga? Kalau selama ini Moms dan Dads sudah sering melakukan quality timepasangan, maka kali ini bisa melibatkan anak-anak. Bisa dengan melakukanquality time keluarga seperti liburan, olahraga atau makan di luar. Tapi sebenarnya, bonding juga bisa dilakukan di rumah lewat kegiatan sehari-hari, seperti melakukan pekerjaan rumah bersama-sama.
Pekerjaan rumah sangat bervariasi jenisnya. Dari rangkaian aktivitas di dapur, bersih-bersih rumah, membersihkan pakaian, hingga berkebun. Semua ini bisa dijadikan ‘arena’ untuk bonding bersama keluarga, lho, Sahabat KAO. Menurut American College of Pediatricians, ini dia manfaat melakukan pekerjaan rumah untuk bonding keluarga.
Moms bisa menggunakan pekerjaan rumah untuk melatih keluarga bekerjasama dalam tim demi mencapai tujuan bersama. Masing-masing anggota keluarga melakukan hal-hal yang berbeda tapi saling melengkapi agar tujuan tercapai dengan cepat dan efektif. Ingin memasak makanan favorit untuk makan malam, misalnya, Moms bisa membagi pekerjaan jadi: memotong sayuran, memasak nasi, mengiris bumbu, sampai menyiapkan piring makan.
Pekerjaan rumah tentunya tidak menjadi tanggung jawab satu orang saja (ibu, misalnya). Jadi kalau dikerjakan bersama-sama tentu akan lebih ringan, lebih cepat dan mengurangi stres dibanding hanya dibebankan pada satu orang. Keluarga pun jadi lebih hepi karena bisa saling membantu meringankan pekerjaan yang lain.
Terutama terhadap barang-barang yang ada di rumah. Setelah belajar membersihkan karpet dengan vacuum, misalnya, akan membuat si Kecil berhati-hati untuk tidak mudah mengotorinya. Kalau sudah membereskan kamar, si Kecil juga akan berusaha menjaganya tetap rapi dan tidak berantakan.
Keberhasilan melakukan dan menyelesaikan sebuah tugas, seberapa pun kecilnya, bisa membuat siapa pun lebih percaya diri. Terutama untuk Si Kecil, ini akan membuatnya merasa mampu melakukan hal-hal lain yang lebih sulit atau menantang, baik di rumah, di sekolah maupun di pergaulan sosialnya.
Sebagian besar pekerjaan rumah adalah keterampilan yang dibutuhkan Si Kecil saat ia dewasa nanti, sering disebut sebagailife skill. Belajar melakukannya sejak dini dengan cara yang benar dan suasana yang positif, akan melatih Si Kecil agar lebih terampil dan mandiri saat ia dewasa nanti, tanpa membedakan apakah dirinya laki-laki maupun perempuan.
Agar melakukan pekerjaan rumah bersama keluarga bisa berlangsung menyenangkan dan efektif, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, nih, Moms.
Karena keluarga terdiri dari usia yang berbeda-beda, maka beban kerja pun sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan sesuai usianya. Saat mencuci pakaian misalnya, bisa dibuat pembagian sebagai berikut:
Kakak dan adik berusia 5 tahun: Membawa pakaian kotor dengan kantong/keranjang dari kamar masing-masing
Anak 2-3 tahun: Ikut meletakkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci sambil digendong Moms, misalnya.
Ibu: Mencuci pakaian dengan mesin cuci
RECOMMENDATION
PODCAST